Program Unggulan Percepatan Baca Kitab Kuning merupakan program khusus pesantren yang dirancang untuk membantu santri menguasai kemampuan membaca, memahami, dan menjelaskan kitab-kitab klasik berbahasa Arab tanpa harakat secara lebih cepat, terarah, dan sistematis. Program ini menjadi salah satu upaya pesantren dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus mempersiapkan santri agar mampu menggali sumber-sumber ajaran Islam secara langsung. Kitab kuning memiliki kedudukan yang sangat penting dalam pendidikan pesantren karena memuat
disiplin ilmu keislaman, seperti fikih, akidah, akhlak, tafsir, hadis, ushul fikih, sejarah Islam, serta ilmu alat. Oleh karena itu, kemampuan membaca kitab kuning menjadi bekal utama bagi santri untuk memahami khazanah keilmuan para ulama secara mendalam, benar, dan bertanggung jawab. Program ini dilaksanakan melalui pembelajaran intensif yang memadukan penguasaan ilmu nahwu, sharaf, kosakata Arab, pemahaman susunan kalimat, dan praktik membaca kitab. Materi disusun secara bertahap, mulai dari pengenalan tanda-tanda kedudukan kata, perubahan bentuk kata, penentuan makna, hingga kemampuan memahami isi sebuah teks secara utuh. Dalam proses pembelajaran, santri tidak hanya diarahkan untuk menghafal kaidah, tetapi juga dilatih menerapkannya secara langsung pada teks kitab. Setiap kaidah yang dipelajari disertai dengan contoh, latihan membaca, mengurai susunan kalimat, menentukan i‘rab, menerjemahkan, dan menjelaskan maksud teks. Dengan pola tersebut, pembelajaran menjadi lebih praktis dan mudah dipahami. Program Percepatan Baca Kitab Kuning menekankan empat kemampuan utama, yaitu membaca teks Arab tanpa harakat dengan benar, menentukan kedudukan setiap kata dalam kalimat, menerjemahkan teks sesuai konteks, dan memahami kandungan kitab secara tepat. Keempat kemampuan tersebut dikembangkan secara berkesinambungan melalui kegiatan sorogan, bandongan, musyawarah, latihan kelompok, dan pendampingan individual. Untuk mempercepat penguasaan, santri dibiasakan membaca kitab setiap hari. Kegiatan tersebut meliputi membaca teks di hadapan
pembimbing, memberikan harakat, menerjemahkan secara lafziah maupun maknawiah, menjelaskan kaidah yang digunakan, serta menyimpulkan isi pembahasan. Latihan yang konsisten diharapkan mampu meningkatkan ketelitian, kelancaran, dan kepercayaan diri santri. Setiap santri akan memperoleh target belajar yang jelas dan
terukur sesuai tingkat kemampuannya. Pada tahap dasar, santri diarahkan mengenali bentuk kata dan susunan kalimat sederhana. Pada tahap menengah, santri dilatih membaca serta menerjemahkan teks dengan bantuan terbatas. Adapun pada tahap lanjutan, santri diharapkan mampu membaca, menerjemahkan, menjelaskan, dan mendiskusikan isi kitab secara mandiri. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui ujian membaca kitab, pemberian harakat, penerjemahan, analisis nahwu dan sharaf, pemahaman isi teks, serta praktik menjelaskan materi di hadapan guru dan santri lainnya. Hasil evaluasi digunakan untuk mengetahui perkembangan santri dan menentukan pembinaan lanjutan yang sesuai. Program ini juga membentuk sikap ilmiah dan adab dalam menuntut ilmu. Santri dibimbing agar teliti dalam memahami teks, tidak tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, menghormati perbedaan pendapat para ulama, serta selalu merujuk kepada guru dalam memahami persoalan keagamaan yang membutuhkan penjelasan lebih mendalam. Melalui Program Unggulan Percepatan Baca Kitab Kuning, pesantren berkomitmen melahirkan santri yang mampu membaca dan memahami literatur Islam klasik, memiliki dasar ilmu agama yang kuat, serta mampu menyampaikan ajaran Islam secara benar, bijaksana, dan sesuai dengan tradisi keilmuan pesantren. Program ini diharapkan dapat mencetak generasi santri yang tidak hanya mampu membaca tulisan kitab, tetapi juga memahami pesan, pemikiran, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, santri dapat menjadi penerus ulama yang menjaga warisan keilmuan Islam serta memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.