Di tebing batu pasir setinggi 142 meter yang menjulang di tengah hutan, para perajin kuno memahat hampir 200 gua dan lebih dari 7.000 patung Buddha.
kompleks gua ini namanya Maijishan, terletak di kawasan perbukitan dekat Pegunungan Qinling dan Hutan Xiaolongshan Distrik Maiji, sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Tianshui.
kompleks gua ini Maijishan ini termasuk salah satu dari empat kompleks gua Buddha terbesar di Tiongkok ya teman-teman. Tapi yang bikin tempat ini beda, Maijishan ini kelihatan sangat liar, dramatis, dan mustahil buat dibangun oleh manusia.
Bayangin ya, ada tebing batu pasir setinggi sekitar 142 meter yang berdiri menjulang di tengah hutan. Dari kejauhan, tebing ini seperti mengambang di atas hamparan hijau. Nah, di dinding batunya yang hampir tegak lurus itu, para perajin kuno dulu memahat hampir 200 gua di berbagai ketinggian. Jadi guanya bukan cuma ada di bagian bawah yang gampang dijangkau, tapi menyebar sampai ke sisi-sisi curam yang kelihatannya super ekstrem.
Yang lebih gila lagi, bagian luar tebing ini dihubungkan pakai tangga dan koridor kayu yang saling menyilang. Tangga-tangga itu menempel di permukaan batu yang hampir 90 derajat, sampai kalau dilihat dari jauh bentuknya tuh seperti jaring raksasa yang menggantung di sisi tebing. Dan dari situ kebayang banget kan, betapa nekat dan luar biasanya usaha orang zaman dulu buat membangun tempat ibadah di lokasi sesulit itu.
Maijishan ini istimewa karena di dalamnya tersimpan lebih dari 7.000 patung Buddha yang dibuat dengan teknik tradisional. Para pembuatnya mencampurkan tanah liat, jerami, serat tumbuhan, sampai putih telur untuk membentuk patung-patung tersebut. Dan berkat teknik itu, banyak patung di sana masih bisa bertahan lebih dari 1.600 tahun loh.
Pembangunan Maijishan juga berlangsung sangat panjang, dari abad ke-4 sampai abad ke-19, dan melewati lebih dari sepuluh dinasti. Jadi tempat menyimpan jejak zaman yang beda-beda, jadi saksi bisu dari ribuan tahun keyakinan, seni, dan kerja keras manusia.