Lokasinya Berada di Provinsi Guizhou, Tiongkok, dan tingginya mencapai sekitar 2,57 kilometer di atas permukaan laut. Nah, Fanjingshan ini adalah puncak tertinggi di Pegunungan Wuling ya.
Tapi yang bikin tempat ini luar biasa, usianya tuh tua banget. Kawasan ini sudah terbentuk sejak masa Proterozoikum, lebih dari 1,4 miliar tahun lalu. Jadi kebayang kan, sebelum banyak kehidupan modern muncul di bumi, batu-batu di tempat ini sudah berdiri diam selama miliaran tahun.
Karena letaknya terisolasi dan ekosistemnya masih sangat penting, UNESCO akhirnya menetapkan tempat ini sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 2018. Bagian paling ikonik dari Fanjingshan jelas ada di Puncak Emas Awan Merah. Di sinilah Ada dua kuil kuno dari masa Dinasti Ming yang berdiri di atas dua menara batu vertikal. Dua batu raksasa itu terpisah oleh jurang dalam, lalu di bagian atasnya dihubungkan dengan jembatan batu yang sempit banget. Bayangin ya, di ketinggian lebih dari 2,5 kilometer, ada dua kuil yang seperti menggantung di antara tebing dan awan.
Dari kejauhan, kuil-kuil itu kelihatan seolah bukan dibangun di gunung, tapi ditaruh di batas antara bumi dan langit. Awan putih terus bergerak di sekitarnya, tebingnya menjulang tajam, dan jembatan kecil di atas jurang itu bikin suasananya makin sakral sekaligus menegangkan.
Tempat ini memang punya hubungan kuat dengan tradisi Buddha, karena dipercaya sebagai bodhimanda atau tempat pencerahan bagi Buddha Maitreya.
Nah, untuk sampai ke puncaknya juga enggak gampang ya. Para pengunjung harus menaiki sekitar 8.888 anak tangga batu yang curam. Jadi ini tuh bukan cuma perjalanan wisata biasa, tapi benar-benar seperti ujian fisik dan batin. Setiap langkah ke atas rasanya makin berat, tapi di saat yang sama suasananya juga makin sunyi, makin berkabut, dan makin terasa spiritual.