Meteora, adalah kawasan di Thessaly yang dipenuhi tebing-tebing batu raksasa menjulang tinggi sampai ratusan meter. Dan yang bikin makin enggak masuk akal, di atas batu-batu curam itu terdapat biara-biara tua yang tampaknya melayang di atas bumi.
Tapi teman-teman, formasi batu pasir Meteora terbentuk sekitar 60 juta tahun lalu lewat proses geologi dan erosi yang super panjang. Dari proses alam selama jutaan tahun itulah akhirnya muncul pilar-pilar batu raksasa yang bentuknya aneh, megah, dan hampir mustahil kelihatan seperti tempat tinggal manusia.
Nah, alasan para biksu memilih tempat seekstrem ini juga menarik banget. Pada abad ke-14, wilayah itu sedang berada dalam kondisi politik yang enggak menentu dan ancaman invasi juga mulai terasa. Jadi para biksu pertapa butuh tempat yang aman, sunyi, dan jauh dari keramaian dunia. Puncak-puncak batu Meteora pun jadi pilihan yang ideal, karena tempatnya sangat terisolasi, susah didaki, dan secara alami bisa melindungi mereka dari ancaman luar.
Yang lebih gila lagi, dulu akses menuju biara ini enggak semudah sekarang. Mereka enggak naik tangga batu yang rapi seperti wisatawan zaman sekarang ya. Pada masa lalu, orang yang mau naik ke sana harus pakai tangga tali panjang atau bahkan jala yang ditarik pakai katrol. Jadi kalau ada orang atau barang yang mau dinaikkan, ya ditarik pelan-pelan dari bawah tebing. Dan kalau situasi terasa berbahaya, tangganya bisa langsung ditarik kembali supaya musuh enggak bisa naik.
Bayangin aja proses membangun biara di tempat kayak begitu. Semua material harus diangkat ke puncak tebing dengan alat yang sangat terbatas. Batu, kayu, makanan, perlengkapan ibadah, semuanya harus dinaikkan satu per satu ke tempat yang bahkan untuk didatangi aja sudah bikin lutut gemetar.
Pada masa kejayaannya, Meteora punya sedikitnya 24 biara. Tapi sekarang yang masih tersisa dan tetap berfungsi hanya enam biara aja.
Dan karena keunikan serta nilai sejarahnya, Meteora akhirnya diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.