Selamat datang di Website Pondok Pesantren Al Hikmah
Meteora, Biara Yang Melayang di Atas Pilar Batu Raksasa
Events 27 July 2026

Meteora, Biara Yang Melayang di Atas Pilar Batu Raksasa

Meteora, adalah kawasan di Thessaly yang dipenuhi tebing-tebing batu raksasa menjulang tinggi sampai ratusan meter. Dan yang bikin makin enggak masuk akal, di atas batu-batu curam itu terdapat biara-biara tua yang tampaknya melayang di atas bumi. 

Tapi teman-teman, formasi batu pasir Meteora terbentuk sekitar 60 juta tahun lalu lewat proses geologi dan erosi yang super panjang. Dari proses alam selama jutaan tahun itulah akhirnya muncul pilar-pilar batu raksasa yang bentuknya aneh, megah, dan hampir mustahil kelihatan seperti tempat tinggal manusia.

Nah, alasan para biksu memilih tempat seekstrem ini juga menarik banget. Pada abad ke-14, wilayah itu sedang berada dalam kondisi politik yang enggak menentu dan ancaman invasi juga mulai terasa. Jadi para biksu pertapa butuh tempat yang aman, sunyi, dan jauh dari keramaian dunia. Puncak-puncak batu Meteora pun jadi pilihan yang ideal, karena tempatnya sangat terisolasi, susah didaki, dan secara alami bisa melindungi mereka dari ancaman luar.

Yang lebih gila lagi, dulu akses menuju biara ini enggak semudah sekarang. Mereka enggak naik tangga batu yang rapi seperti wisatawan zaman sekarang ya. Pada masa lalu, orang yang mau naik ke sana harus pakai tangga tali panjang atau bahkan jala yang ditarik pakai katrol. Jadi kalau ada orang atau barang yang mau dinaikkan, ya ditarik pelan-pelan dari bawah tebing. Dan kalau situasi terasa berbahaya, tangganya bisa langsung ditarik kembali supaya musuh enggak bisa naik.

Bayangin aja proses membangun biara di tempat kayak begitu. Semua material harus diangkat ke puncak tebing dengan alat yang sangat terbatas. Batu, kayu, makanan, perlengkapan ibadah, semuanya harus dinaikkan satu per satu ke tempat yang bahkan untuk didatangi aja sudah bikin lutut gemetar. 

Pada masa kejayaannya, Meteora punya sedikitnya 24 biara. Tapi sekarang yang masih tersisa dan tetap berfungsi hanya enam biara aja. 

Dan karena keunikan serta nilai sejarahnya, Meteora akhirnya diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. 

Dokumentasi Berita 1
Dokumentasi Berita 2

#fyppp #keren #ilmuwantop
Share This Article
Join Our Newsletter

Tetap dapatkan update informasi warta berita terbaru and agenda kegiatan pondok pesantren langsung di email kamu.

Related News

Wawasan lebih mendalam seputar ekosistem pendidikan Al Hikmah.

View All News
Rumah Pohon uku Korowai, Menolak Roh Jahat  dan Bahaya Hutan
Events
Rumah Pohon uku Korowai, Menolak Roh Jahat dan Bahaya Hutan

Rumah ini milik Suku Korowai, dan buat orang luar, bentuknya kelihatan ekstrem banget ya t...

Baca Selengkapnya
Biara Taktsang, Biara Yang Menempel di Tebing Gunung Paro
Informatic
Biara Taktsang, Biara Yang Menempel di Tebing Gunung Paro

Di Lembah Paro, Bhutan, ada sebuah biara bernama Taktsang, atau yang lebih dikenal sebagai...

Baca Selengkapnya
Maijishan, Ribuan Patung Buddha Di Ketinggian Ekstrem
Events
Maijishan, Ribuan Patung Buddha Di Ketinggian Ekstrem

Di tebing batu pasir setinggi 142 meter yang menjulang di tengah hutan, para perajin kuno...

Baca Selengkapnya